Karya:Firyal Athif Adandi
Menjadi orang yang paling berkuasa di kota merupakan hal yang paling menyenangkan bagi kebanyakan orang,disebabkan oleh kekayaan dan kekuasaan yang besar.Kekayaan dan Kekuasaan dapat membuat seseorang melakukan hal-hal yang mereka inginkan seperti membeli semua perhiasan yang ada,makanan,serta bermacam-macam hal lainnya,tetapi hal paling buruk yang bisa terjadi adalah orang yang memiliki kekayaan dan kekuasaan tersebut dapat mempermainkan nyawa orang lain.Tetapi kekayaan dan kekuasaan tidak berarti apa-apa dan merupakan hal yang tidak menarik serta sangat membosankan bagi sebagian orang.
Lyner adalah anak seorang count dan bisa dikatakan orang yang paling berkuasa di.memiliki semua hal yang tidak dimiliki orang lain mulai dari pelayan-pelayan yang selalu melayani kapan saja,orang tua yang selalu memberikan hal-hal yang dimintanya,dan prajurit-prajurit yang selalu siap melindungi.Tetapi kehidupannya tidaklah bebas,disebabkan seluruh tindakannya selalu diawasi oleh orang tuanya yang terlalu protektif,sehingga ia tidak pernah mengetahui bagaimana situasi selain di tempat tinggalnya.
Pada ulang tahun yang ke 15,orang tuanya sudah sedikit mempercayainya dan mengizinkan untuk pergi keluar dari Mansion Barsett yang merupakan rumahnya tetapi dengan pengawalan prajurit.Hal ini merupakan hal yang paling menyenangkan bagi karena dengan ini ia setidaknya dapat melupakan keadaan yang membosankan dan selalu begitu-begitu saja di Mansion walau hanya sebentar.
Lalu Lyner pun meninggalkan tempat tinggalnya yang merupakan kali pertamanya untuk melihat keadaan di luar.meninggalkan tempat tinggal bersama 4 prajurit yang diperintahkan oleh Count Barsett untuk melindungi selama di luar Mansion.Ternyata alam di luar Mansion sangatlah indah dengan padang rumput hijau yang luas,burung-burung berkicauan dan terbang kesana kemari,sekelompok rusa yang sedang berteduh di bawah bayangan pepohonan,sekelompok kuda yang sedang beristirahat sambil minum air di danau yang tidak jauh dari padang rumput.Hal ini tidaklah mengherankan karena Mansion Barsett terletak di pinggir kota sehingga sedikit orang yang tinggal di situ.Kebanyakan orang memilih tinggal di pusat kota.
Menuju ke pusat kota tidaklah jauh dan hanya memakan waktu sekitar 5 menit dari Mansion dengan menggunakan kereta kuda.Tetapi 5 menit tidaklah lama karena semua orang akan terpana dengan alam sekitar kota yang masih alami disebabkan seluruh orang di kota tidak mau merusak alam dan memilih untuk melestarikannya,5 menit pun berlalu dengan cepatnya.Sampailah ke pusat kota,seluruh orang terpana saat kereta kuda berhenti dan turun dari kereta kuda.Orang-orang tidak terpana hanya karena adalah anak seorang Count,tetapi juga karena penampilan yang sangat memukau dan dapat menyebabkan para perempuan tergila-gila.Bagaimana perempuan tidak tergila-gila?Wajah yang tampan,postur badan sedang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek tetapi sangat sesuai dengannya,rambut lurus panjang sebahu dan berwarna putih,warna putih ini bukan disebabkan umur tetapi memang seluruh keluarga memiliki rambut yang berwarna putih,dan juga merupakan anak seorang Count.
Dalam sekejap kerumunan pun bertambah banyak dan mendekat untuk melihat Lyner .Hal ini tentu dapat berbahaya bagi Lyner.Para prajurit pun mulai maju untuk melindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan lalu masuk kembali ke kereta kuda lalu pergi untuk menghindari kerumunan orang-orang tersebut.Tetapi kerumunan tersebut tetap mengikuti kereta kuda ,lalu kereta kuda dipacu lebih kencang dan pada akhirnya kerumunan itu tertinggal.Seluruhnya pun bernafas lega,lalu Lyner pun berkata kepada 4 prajurinya,”Hmmm….Aku belum mengenal kalian semua,padahal kalian prajuritku,bagaimana bila kalian mengenalkan diri dahulu.”Semuanya mengganguk,lalu salah satu mulai berbicara.”Namaku Louis,bagaimana pendapatmu tentang kumisku?”,kata prajurit yang memiliki badan yang paling besar dan tinggi dari semuanya,berotot,ditambah lagi dengan kumis dan rambut keemasan yang sengaja dipotong pendek hampir botak.Penampilan seperti ini cukup membuat orang gentar,tetapi bisa dilihat dari mukanya bahwa ia orang yang baik,dan bisa diandalkan.Hal yang paling menonjol dari dirinya adalah kebiasaannya yaitu sering memainkan dan menyombongkan kumisnya pada semua orang,terkadang hal ini membuat jengkel orang lain,tetapi tidak ada orang yang berani untuk menghentikan kebiasaannya itu.
Lalu prajurit kedua mulai mengenalkan diri,”Namaku Sain,umurku 21 tahun,dan sangat menyukai wanita hahahaha….”Prajurit yang kedua ini memiliki rambut spiky berwarna jingga,postur tubuh sedang,memiliki wajah yang cukup tampan.Tetapi memiliki sifat yang seperti dikatakannya tadi,sangat menyukai wanita apalagi wanita itu cantik dan memiliki badan yang seksi.Desas-desus yang terdengar dari prajurit-prajurit lain ia akan berlari secepat mungkin ke tempat wanita itu tanpa menghiraukan apa pun di sekitarnya.Malah para prajurit sempat berpikir apakah di kepala Sain ada sebuah alat yang dapat memberitahunya bila ada wanita cantik di dekatnya.Walaupun begitu Sain termasuk tipe orang yang humoris,dapat mencerahkan suasana,baik kepada siapapun terutama kepada wanita.
Kemudian prajurit ketiga mengenalkan diri walaupun terlihat agak sedikit malas berbicara,”…..Aku Sirius .”Kesan pertama yang muncul saat melihatnya adalah cool,pendiam,tipe orang yang tidak menyukai humor,menyebalkanny,tidak suka bergaul dengan orang lain,dan tidak suka melakukan hal-hal yang sia-sia,tetapi setelah agak lama berbincang-bincang dengannya,orang akan mengetahui bahwa ia sebenarnya orang yang cukup menyenangkan untuk diajak bicara dan memiliki selera humor yang tinggi.Hal yang paling membuat kaum wanita menjadi tergila-gila adalah postur tubuh yang sangat sesuai dengan tipe laki-laki ideal,rambut spiky berwarna biru,ditambah lagi ketampanannya,ini juga menyebabkan banyak lelaki menjadi jengkel dan iri,apalagi didukung dengan sifat yang cool,dan pendiam.Tetapi Sirius bukan tipe orang yang tergila-gila pada wanita seperti Sain melainkan susah dekat pada wanita dan sedikit merasa aneh bila ada wanita di dekatnya.Pernah terdengar berita mengenainya dari para pelayan yang sering berbincang-bincang,ada seorang wanita datang mengantarkan sesuatu yang sampai sekarang seluruh orang tidak tahu apa isinya lalu seperti biasa Sirius tidak menghiraukan wanita yang datang kepadanya,tetapi terjadi hal yang sangat mengejutkan,wanita itu nekat mencoba bunuh diri,seluruh orang panik tetapi Sirius malah biasa-biasa saja dan tetap tidak menghiraukan wanita itu,agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan akhirnya semua membujuk Sirius untuk menghiraukan wanita itu dan wanita itu lalu mengurungkan niatnya.
Prajurit terakhir dan yang merupakan prajurit yang paling banyak bicara,dan yang paling tidak bisa diam dari semuanya,terlihat dari kelakuannya di sepanjang perjalanan yang selalu berisik sendiri dan kerap prajurit yang lainnya berteriak untuk menyuruhnya diam,tetapi ia hanya diam sesaat lalu rebut lagi.Lalu ia pun mengenalkan diri,”Namaku Tom.”Menurut pendapat banyak orang,laki-laki yang memiliki rambut berwarna hijau,memiliki wajah yang cukup tampan,memiliki badan yang bisa dikatakan ideal ini sering membuat keributan dengan tingkahnya padahal ia adalah seorang prajurit yang seharunsnya menjauhi segala hal-hal yang dapat menyebabkan keributan dan mengancam keselamatan orang lain.Para pelayan pernah membicarakan tentang hal-hal yang dilakukan Tom yaitu ia pernah berkelahi dengan seseorang berbadan besar di bar tetapi orang itu tidak membuatnya takut dan ia menang berkelahi dengan orang itu lalu mereka menjadi teman baik setelah berkelahi ,pernah juga ia bertengkar dengan seorang penjual tanaman karena ia memecahkan pot bunganya dan menyebabkan keributan di sekitar tempat tersebut.Walaupun sering membuat onar,Tom merupakan seseorang yang setia kawan ,baik kepada semua orang yang dikenalnya,dan bisa diandalkan.Terlihat saat ia berusaha menjauhkan dari kerumunan orang di pusat kota.
Setelah berusaha melarikan diri dari kerumunan orang yang mengejar,Lyner pun sampai di pinggir kota dan tidak jauh dari situ terlihat satu rumah yang terbuat dari kayu tetapi sangat indah,lalu keluarlah seorang lelaki berbadan besar dan berjanggut sambil membawa kapak yang sepertinya akan digunakan untuk memotong kayu,laki-laki itu melihat ke arah Lyner dan berkata,”Oh,sungguh kesempatan yang langka anak seorang Count datang ke sini,bagaimana kalau singgah dahulu ke rumahku?”Lyner dan lainnya pun memenuhi ajakannya untuk singgah ke rumah lelaki itu.Setelah masuk ke dalam rumah Lyner dan lainnya disambut dengan ramah oleh lelaki tadi dan seorang wanita yang sepertinya istrinya,Lyner lalu dipersilahkan duduk dan disuguhkan secangkir teh hangat.Kemudian lelaki berbadan besar itu pun bertanya,”Ada apa gerangan anak seorang Count datang ke daerah sini?Sungguh hal yang jarang hahahah….”Lyner pun menjawab,”Hahaha…sebenarnya kami sampai ke sini karena menghindari kerumunan orang yang mengejar tadi,oh ya jangan memanggilku anak Count namaku Lyner,dan ini Louis,Sain,Sirius,dan Tom,mereka adalah prajurit-prajuritku.””Hohoho…sangat rendah hati,namaku John aku seorang tukang kayu,dan ini istriku Marianne”,ujar lelaki besar itu.”Senang berjumpa denganmu Lyner”,ujar Marianne.”Oh ya sepertinya ada seorang lagi yang mau berkenalan denganmu”,ujar John.”Mendengar hal ini Sirius pun berfirasat bahwa hal ini sepertinya akan berdampak baik bagi Lyner lalu ia pun mengajak Sain untuk menunggu di luar karena Sain dapat mengacau bila firasatnya benar.”Julia ,kemari,kita kedatangan tamu yang istimewa,”panggil John.Tidak lama setelah itu keluarlah seorang anak perempuan berambut panjang berwarna keemasan dan sangat cantik terlebih lagi usianya kira-kira sama dengan Lyner,ternyata firasat Sirius benar,lalu anak perempuan itu pun berkata sambil tersipu,”Perkenalkan namaku Julia,senang bertemu denganmu.””Namaku Lyner,senang bertemu denganmu juga,”ujar Lyner sambil tersipu.Lalu Louis pun berkata dan kumisnya bergerak dengan sendirinya.”Aku merasakan sesuatu,apakah ini cinta?Wooooooo……!”Tom pun menyahut,”Yeaaaahhh..Tuan muda kita telah beranjak dewasa.””Apa-apaan kalian ini!!!”,seru Lyner.”Wah mukanya memerah!”,seru Tom.Lyner pun diam tidak berkata apa-apa dan mukanya memerah.Semuanya pun tertawa.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepatnya dan langit pun berubah dari warna biru menjadi jingga.Lyner dan yang lainnya pun izin untuk pulang karena sudah hampir malam.Di luar Sain tertidur di bawah pohon karena lelah menunggu sedangkan Sirius tetap terjaga.Lalu mereka pun naik ke kereta dan pulang ke Mansion.Saat di kereta Lyner pun berkata,”Waktu berlalu begitu cepatnya,ya? di rumah paman John.”Lalu Louis berkata,”Tentu saja,karena kita sangat merasa senang di sana sehingga waktu berlalu tanpa terasa.””Hmmm…Apalagi bila ada Julia hahaha…”,sahut Tom.”Oooohhh….Julia ku sayang”,ujar Tom sambil memeluk Sirius.”TOOOOMMMMM….!!!!Awas kau !!!”,teriak Lyner.”Oke,oke aku tidak akan melakukannya lagi”,ujar Tom sambil tertawa.”Singkirkan tanganmu atau kupotong tanganmu”,ucap Sirius sambil mengeluarkan pedangnya.”Waaaaa…..Baiklah,tapi jangan potong tanganku!!!”,seru Tom.”Apa yang kalian bicarakan dari tadi?Aku tidak mengerti”,tanya Sain bingung.”Tidak ada”,jawab semuanya serentak lalu tertawa.Sain pun bertambah bingung,tapi ia tidak dapat berbuat apa-apa.
Mereka pun sampai di Mansion,dan semuanya kembali ke tempatnya masing-masing,lalu Lyner pergi ke ruang makan untuk makan bersama keluarganya.Kemudian Ibu Lyner pun bertanya,”Bagaimana perjalanan ke kota tadi?.”Lyner pun menjawab,”Pada awalnya sempat dikejar-kejar oleh orang-orang,sehingga menyebabkan semuanya harus melarikan diri,pada akhirnya berhasil kabur dan berkunjung ke rumah paman John seorang tukang kayu yang sangat ramah di pinggir kota,dan ia mempunyai anak perempuan yang berusia sama denganku.””Oooo…Apakah ia cantik?”,tanya Ibu Lyner.”Hmmm….menurutku ia cantik”,jawab Lyner.”Woaaaa….Itu baru anakku,aku bangga padamu!”,sahut ayah Lyner.”Apakah kau tahu saat ayah bertemu dengan Ibumu,itu merupakan saat yang paling menyenangkan bagi ayah hahaha…”.ujar Ayah Lyner.Lalu Ayah Lyner pun mulai bercerita panjang lebar tentang pertemuan dengan Ibu Lyner dan bagaiman perjalanannya,dan Lyner tahu bahwa bila ayahnya sudah bercerita,ia tidak akan berhenti sampai ceritanya selesai.Setelah cerita Ayah Lyner selesai semuanya pun pergi tidur karena hari sudah beranjak malam.
Keesokan harinya Lyner kembali pergi keluar Mansion tetapi bukan ke kota melainkan pergi ke rumah John di pinggir kota.Tidak lama kemudian mereka pun sampai ke rumah John,dan John lalu berkata,”Hari ini kami akan pergi memancing,dan kalian semua harus ikut hahaha…karena aku sudah menyiapkan alat-alat memancing untuk kalian.””Baiklah kami tidak bisa menolak hahahah…”,jawab Lyner dan prajurit-prajuritnya serentak.Lalu Julia pun keluar tetapi hari ini Sirius lupa akan Sain sehingga hal ini dapat membahayakan bagi Julia,lalu Julia pun melambaikan tangan ke arah Lyner.”Waaaahhhh…payah ternyata perempuan itu sudah ada yang memiliki,dan aku tidak akan ikut campur karena itu berlawanan dengan prinsipku”ujar Sain.Louis,Sirius,dan Tom pun bernafas lega.”Baiklah bila semuanya sudah siap,kita berangkat”,ujar John.Mereka pun pergi ke sungai yang tidak jauh dari rumah John.”Semuanya berhati-hati,karena jalannya sedikit licin bila tidak berhati-hati kalian bisa terjatuh ke sungai,walaupun sungainya tidak dalam tapi pakaian kalian bisa basah semua”,ujar John.Semuanya pun berjalan hati-hati dan mencari tempat masing-masing untuk memancing.
Louis lalu berkata,”Baiklah aku akan menggunakan cara memancing yang digunakan oleh keluargaku dari generasi ke generasi.”Tidak lama kemudian ikan pun memakan umpan pancing milik Louis dan ikannya ternyata cukup besar.Dalam waktu 20 menit Louis telah mendapatkan 5 ikan.Hal yang terjadi pada Sain hampir sama dengan Louis tetapi saat ia telah mendapatkan banyak ikan,ia melihat seorang wanita cantik melewati tempatnya memancing sehingga dengan secepat kilat ia pergi ke tempat wanita itu dan tanpa sadar ia menendang keranjang yang berisi ikan tangkapannya.Setelah berbincang-bincang dengan wanita itu ia kembali ke tempatnya memancing dan sangat terkejut saat melihat keranjangnya kosong,lalu ia kehilangan semangat untuk memancing dan tertidur di bawah pohon.Kemudian Sirius,Sirius tidak mendapatkan ikan 1 pun karena saat ia memancing,ada sekelompok wanita yang melihat Sirius lalu mengejar Sirius,melihat sekelompok wanita datang mendekatinya ,ia berlari pergi dari tempatnya memancing.Lain halnya dengan Tom,diakibatkan sifatnya yang tidak bisa diam dan tidak sabaran,saat seekor ikan hendak memakan umpannya ia menarik pancingannya sebelum umpan dimakan sehingga ikan tidak jadi terpancing,hanya dalam waktu 10 menit Tom telah kehabisan kesabaran dan berhenti memancing.Sedangkan Lyner,ia sempat kebingungan saat memancing,karena ia tidak pernah memancing sebelumnya,tetapi untungnya Julia mau mengajari Lyner dan mereka pun memancing berdua.Kemudian ikan pun memakan umpan milik Julia,lalu Julia berkata,”Ikan memakan umpanku, sepertinya ini ikan yang sangat besar.””Baiklah aku akan membantu,”ujar Lyner.Tidak lama kemudian ikan pun berhasil ditangkap dan ternyata ikan yang ditangkap Julia dan Lyner sangat besar.”Kita berhasil!!!Ini karena bantuanmu Lyner”,seru Julia.”Tidak juga hahaha… aku cuma membantu sedikit”,ujar Lyner.Karena hari mulai sore,semuanya pun pulang,lalu saat di perjalanan Julia terpeleset dan hampir jatuh ke sungai,Lyner pun menangkap tangan Julia sehingga Julia tidak jatuh ke sungai,tetapi datanglah Tom sambil tersenyum-senyum.”Tom aku tahu yang di dalam pikiranmu,jangan lakukan!!”,seru Lyner.Terlambat,Tom mendorong Lyner sehingga Lyner dan Julia terjatuh ke sungai tetapi mereka berdua lalu saling berpandangan lalu tertawa.Kemudian semuanya sampai ke rumah John,lalu John bertanya,”Bagaimana jika kalian makan malam di sini saja?””Hmm…Baiklah aku juga ingin mencicipi ikan hasil tangkapan tadi hahahah….”,jawab Lyner.Lyner dan prajuritnya pun makan malam di rumah John,setelah itu mereka pun izin untuk pulang.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Lyner pun berencana menyatakan cintanya pada Julia di tempat yang telah mereka tentukan bersama yaitu di padang rumput di dekat Mansion Barnett.Lyner pun berkata,”Julia sudah lama kita menghabiskan waktu bersama dan aku sangat senang,tidak pernah aku merasa seperti ini sebelumnya,maukah kau menjadi pacarku?”.Sambil tersipu Julia pun menjawab,”….Aku juga menyukaimu Lyner.”Lyner lalu berteriak kegirangan,”Yeeeeaaaahhhhh…!!!!”.Sebagai penanda akan hubungan mereka Lyner menyerahkan sebuah jam yang telah diwariskan turun temurun pada keluarga Barsett.Pada awalnya Julia tidak mau menerimanya tetapi karena Lyner bersikeras Julia pun mau menerimanya.
Hubungan Lyner dan Julia pun semakin dekat dan orang tua masing-masing telah saling mengetahui dan menyetujuinya walaupun mereka berdua memiliki latar belakang yang jauh berbeda,yang satunya merupakan keturunan bangsawan dan satunya hanyalah orang biasa.Semuanya berjalan lancar untuk Lyner dan Julia tetapi pada suatu hubungan pasti selalu ada saja cobaan yang menguji baik itu cobaan yang ‘kecil’ maupun cobaan yang ‘besar’.
Di hari yang sangat cerah yang ternyata merupakan awal dimulainya cobaan bagi Lyner dan Julia.Count Barsett dan keluarganya mengalami hal yang sangat mengejutkan dimana hal tersebut dapat menyebabkan kehancuran bagi keluarga Barsett yaitu keluarga Barsett dilanda krisis keuangan dan terancam bangkrut.Untuk menyelamatkan keluarga Barsett dari kehancuran Lyner harus menikah dengan anak seorang Count juga,tetapi hal ini sangat membebani Lyner,apa yang harus ia pilih?Apakah cintanya pada Julia?Atau cintanya pada keluarganya.?Tentu merupakan keputusan yang sangat berat.
Kemudian Julia pun mengatakan pada Lyner,”Lyner kau harus mengutamakan keluargamu dibandingkan aku,bila tidak keluargamu akan berada pada situasi yang sangat buruk,aku tidak mau hal itu terjadi padamu dan keluargamu.””Tidak,aku tidak mau kita berpisah!”,seru Lyner.”Tapi,kalau begitu keluargamu….”,ujar Julia.”Tidak akan terjadi apa-apa pada keluargaku”,ujar Lyner.
Hal yang tidak diinginkan pun terjadi tetapi keluarga Barsett tidak merasa menyesal dan frustasi walau mereka jatuh pada kemiskinan,mereka tetap mendukung Lyner dan Julia.Sain,Sirius,Louis dan Tom tetap mengikuti Lyner tetapi bukan sebagai prajurit dan tuannya melainkan sebagai teman.
Mulai saat itu Lyner dan Keluarganya melepas gelar kebangsawanannya dan hidup sebagai rakyat biasa tetapi mereka hidup dengan bahagia.
Sabtu, 18 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar