Karya : Visto Pangestu
Tik-tok-tik-tok. Ah, jamku. Mengingatkanku lagi sampai detik-detiknya, betapa tepat waktunya aku bangun. Aku langsung membereskan kamarku dan sarapan pagi. Setelah selesai, aku membuang-buang waktuku dengan membaca komik, karena pada saat itu masih pukul 6.00.
Tanpa aku sadari, aku telah membuang waktuku 35 menit. Dengan rasa terburu-buru, aku pergi mandi dan langsung pergi menuju sekolah dengan sepeda motor baruku. Saya tiba di sekolah pukul 7.09, dan itu merupakan kedatangan yang terlambat. Seumur-umur, aku belum pernah terlambat.
“Mengapa kau terlambat, Crist?”tanya Pak Erdi yang mengurus masalah siswa. Crist merupakan nama panggilanku, dan nama lengkapku adalah Valcrist Gerarist. “Tadi di jalan macet karena ada kecelakaan.”jawabku dengan mencoba membohongi. Dimana?”tanya Pak Erdi. “Di Jalan Jenderal Sudirman, Pak Erdi.”jawabku. “Kamu berbohong ya?”Tanya Pak Erdi. “Tidak, Pak! Ini kenyataan. Kalau Pak Erdi tidak percaya, Pak Erdi dapat melihatnya di Jalan Rajawali.”jawabku dengan rasa bersalah. Dengan rasa kasihan, Pak Erdi mengizinkan aku untuk mengikuti pelajaran. Alangkah bahagianya aku dengan membohonginya. Tetapi aku tahu, saku telah berbuat dosa. Dengan tidak membuang-buang waktuku, aku segera menuju kelas.
Sesampainya di kelas, aku bertemu dengan Serigala Hitam. Serigala Hitam merupakan julukan untuk Pak Mezzo, yang mengajar matematika. Aku mencoba meminta izin, walaupun aku tahu bahwa Pak Mezzo tidak akan memberikan izin untuk mengikuti pelajarannya. “Permisi pak. Maaf aku terlambat.”kataku dengan nada yang sangat lembut. Pak Mezzo tidak memperhatikanku. Aku merasa sangat ketakutan. Dengan memejamkan kedua mataku, dan menggerakkan kedua kakiku, aku langsung masuk ke kandangnya untuk mengikuti pelajarannya. Saya duduk dengan detak jantung yang berdebar-debar dengan berharap Pak Mezzo tidak mengusirku. Dengan suasana sunyi, damai, dan sejahtera, Pak mezzo datang ke tempatku, dan berkata dengan nada yang sangat lembut “Kamu baru datang ya?” Aku merasa sangat heran. Tidak seperti biasanya bapak ini menggunakan nada dan bahasa yang sangat halus. “Ya, Pak. Maaf.”jawabku dengan merasa seluruh organ tubuhku tidak berfungsi lagi. Dengan menghembuskan napasnya dalam-dalam, Pak Mezzo meninggalkan tempat dudukku dan mulai mengajar lagi. Aku merasa sangat senang, karena tidak seperti biasanya sikap Pak Mezzo seperti ini.
Kring-kring-kring. Lonceng berbunyi yang menandakan jam istirahat. Saya langsung menemui Pak Mezzo dan berkata “ Bapak tidak enak badan ya?” Jawabnya “ Tidak. Memangnya ada apa? Kamu ini anak yang aneh.” Saya merasa sangat heran dan berusaha menanyakan dia lagi. Tetapi pertanyaan keduaku tidak dijawabnya. Dengan rasaingin tahu, aku menemui Pak Muzillo, kepala sekolah SMA Xav.9 Palembang. Aku bertanya kepadanya “Pak, Pak Mezzo sakit ya pak?” Jawab Pak Muzillo “Tidak, dia hanya ingin mengubah sikapnya terhadap anak-anaknya.” Tanyaku lagi “Bapak tidak bohong kan?” Jawabnya “Untuk apa saya berbohong. Kalau tidak percaya, buktikan saja!” Dengan rasa sangat senang, saya langsung menuju ke kelasku tanpa meminta izin lagi kepada Pak Muzillo.”Teman-teman!” Dengan nada yang sangat tinggi. “Ada apa, Crist?” Tanya mereka dengan heran. “Sekarang, di sekolah kita, tidak ada guru yang ganas lagi.”jawabku. “Pak Mezzo?” Tanya mereka. “Pak Mezzo telah berubah, dan dia sudah mulai untuk bersikap baik terhadap kita.” Dengan senang, kami bernyanyi bersama.
Kring-kring-kring. Lonceng berbunyi lagi yang menandakan pelajaran dimulai lagi. Kami memasuki pelajaran Biologi, yang diajar oleh Bu Saily. Kami dibentuk kelompok untuk mendiskusikan apa arti dari cinta. Kebetulan sekali, aku lagi jatuh cinta dengan teman sekelasku sendiri. Akhirnya, kelompok terbentuk dan aku sekelompok dengan Ricky Saisuky, Ice Chandra, Monic Monica, dan Carsia Sury . Mereka semua adalah sahabat sejatiku, tapi aku memiliki perasaan yang sangat khusus terhadap Carsia Sury. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku suka dengan Carsia Sury. Carsia Sury bertanya kepadaku “Apa arti cinta, Crist?” Dengan jantung berdebar-debar, aku menjawab “Cinta adalah sesuatu yang unik terhadap seseorang, dan untuk mendapatkannya itu tidak mudah.” Aku merasa semakin suka sama dia. Dan kami terus berusaha untuk menyelesaikan tugas itu. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya kami selesai. Dan kami segera mengumpulkannya. Tidak lama kemudian, lonceng berbunyi lagi yang menandakan bahwa pelajaran sudah selesai dan siswa diizinkan untuk pulang. Semua siswa berteriak “Horeee…!”.
Sepulang sekolah, aku mengumpulkan sahabat-sahabatku, kecuali Carsia Sury. Dan aku meminta mereka untuk mendeskripsikan Carsia Sury. “Menurut kalian, Carsia Sury itu bagaimana?” tanyaku dengan gembira dan ceria. Jawab mereka dengan merasa sedikit heran “ Carsia Sury itu cantik, pandai, suka bergaul, rajin, tidak sombong, dan masih banyak lainnya. Mengapa kau tanya sedimikian rupa? Kau suka sama dia ya?” Jawabku “Bicara apa kalian?” dengan rasa malu dan menutup-nutupi. “Ah kamu ini, kitakan sahabat, harus saling membantu. Kamu suka ya sama dia?” Tanya mereka dengan rasa ingin tahu. “Ya, saya suka sama dia. Menurut kalian, Carsia Sury itu cocok tidak sama saya?” tanyaku. “ Ehmmm…cocoklah. Sangat cocok. Hehehe… Valcrist Gerarist, seorang yang sangat polos bisa jatuh cinta juga. Sebaiknya kamu menjalin menjalin hubungan yang harmonis dulu sama dia. Bila dia sudah ada rasa sama kamu, baru kamu ungkapkan rasamu kepadanya.” Saran mereka.”Baiklah. Terima kasih ya atas sarannya. Aku akan terus berusaha!”balasku dengan gembira.
Kira-kira pukul 3.30, aku pergi les ke MOOG, yaitu les MIPA yang berada tidak jauh dari tempat tinggalaku. Dan kebetulan sekali, Ricky Saisuky, Ice Chandra, Monic Monica, dan Carsia Sury les disana juga, dan kami berada dalam satu ruangan.”Carsia, bolehkah aku duduk di sebelahmu?”tanyaku dengan penuh harapan. “Ya tentu saja boleh”jawabnya dengan nada yang biasa. “Baiklah, terima kasih banyak!” Oleh karena itu, saat pelajaran dimulai, aku duduk di sebelah Carsia Sury. Alangkah bahagianya hatiku. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan hati Carsia Sury. Aku selalu mencurahkan hatiku kepadanya dan berusaha untuk mengenalnya lebih dalam. “Carsia, bagaimana menurutmu tentang aku?” tanyaku padanya dengan rasa sedikit gugup. Jawabnya dengan penuh senyum”Ehmm… kok kamu tanyanya begitu? Menurutku kamu itu baik, sopan, rajin, pintar, tapi sedikit lucu.” Dengan penuh rasa malu, aku menahannya dan aku hanya tersenyum. Kata-kata tadi membuat aku lebih semangat lagi untuk menggapai hatinya. Dalam setiap les, aku selalu duduk berdua dengannya dan selalu mencurahkan hatiku. Jadi, aku pergi les hanya untuk bertemu dia saja, bukan untuk belajar. Walaupun begitu, aku tetap belajar dengan giat karena dia senang dengan orang yang pandai. Sepulang dari les, aku selalu mengirimkan sms kepadanya. Dan dia selalu membalas smsku dengan ceria. Walaupun begitu, aku tidak sepanjang hari melakukan itu, karena aku tahu bahwa Carsia Sury tidak senang dikirimkan sms oleh pria.
Keesok harinya, hari Sabtu, aku mengajak teman-teman ku untuk lari pagi.”Selamat siang teaman-temanku! Pada jam ini, aku mengajak kalian untuk berpartisipasi dalam lari pagi. Lari pagi akan diadakan besok pagi jam empat, di Lapangan Hatta. Siapa yang ingin ikut, dimohon untuk menemui aku di kelas inilah. Setuju?”teriakku dengan lantang. Jawab mereka” Baiklah, kami usahakan.” Setelah itu, kami pulang karena lonceng sudah berbunyi. Dan sebelum aku pulang, aku menemui Carsia Sury. Aku membuang waktuku bersama dia. Karena itu, aku lupa untuk makan siang, dan akhirnya aku makan bersama dia. Aku dan dia hanya makan nasi goreng. Selesai makan, aku membayarnya, tapi dia tidak mau.”Ah, tidak apa-apalah, hanya sekali.”kataku dengan sedikit senyum.”Aku tidak mau seperti itu, kita harus bayar masing-masing.”katanya dengan sedikit kesal. Karena aku melihat dia tidak keenakan, aku tidak jadi membayarnya, dan kami bayar masing-masing. Kami pulang naik motor. Aku yang mengantarnya ke rumah. Ini merupakan hal yang pertama kali aku bejalan berdua sama perempuan, dan perempuan itu adalah cinta pertamaku.
Pagi telah tiba, dan aku sudah bersiap-siap untuk lari pagi. Aku bangun pukul 3.30 pagi, dan langsung menuju Lapangan Hatta. Aku membuang waktuku salama tiga puluh menit untuk menjemput salah satu temanku, yaitu Dorodenden. Rumahnya di Jalan Bangau. Aku menjemputnya dengan motor. Saat di jalan, aku mendapatkan musibah. Aku bertabrakan dengan mobil. Dan akhirnya, aku dibelarikan ke rumah sakit. Kejadian itu berlangsung sangat cepat dan kira-kira terjadi jam 4 pagi. Jadi., aku tidak dapat berpartisipasi dalam lari pagi. Walaupun begitu, mereka masih melaksanakannya.
Keesok harinya, banyak teman-temanku menjengukku di rumah sakit. Salah satunya Carsia Sury. Dia membawakan sekotak cokelat kepadaku. Dan memberinya kepadaku dan berkata”Terimalah cokelat ini. Biarkanlah cokelat ini selalu menemanimu dalam segala situasi. Semoga lekas sembuh, aku akan selalu mendoakanmu!”katanya kepadaku dengan penuh harapan. ”Terima kasih banyak, ya! Semoga kau selalu dilindungi oleh Tuhan. Terima kasih atas hadiahnya!”kataku dengan menahan rasa sakitku. Carsia Sury setiap hari menjengukku di rumah sakit, dan selalu menemaniku. Aku merasa sangat bahagia sekali atas waktu dia untuk menemaniku.
Setelah satu bulan, aku keluar dari rumah sakit, dan aku merasa sangat senang. Namun aku belum boleh sekolah dulu, karena masih banyak organ tubuhku belum pulih. Oleh sebab itu, aku harus berada di rumah untuk beberapa saat.”Valcrist!”teriak ayahku dengan nada yang cukup keras. “Ada apa, yah?”tanyaku dengan merasa tidak enak. “Kau untuk sementara ini, tidak boleh membawa motor dulu, nanti kamu jatuh lagi.”kata ayahku. Namun aku sedikit menentang. “Tapi, aku kan sangat membutuhkan itu.”protesku dengan nada yang tidak begitu kasar. “Kamu! Sekali tidak boleh ya tidak boleh! Jangan menentang perkataan ayah!”dengan emosi yang cukup membara. Akhirnya, dengan meredam rasa keinginanku, aku menyerah dan aku tidak diizinkan lagi untuk mengendarai motor untuk beberapa saat, karena orang tuaku takut kejadian ini terulang kembali. Aku selalu terdiam, dan tidak dapat melakukan sesuatu karena lengan dan kakiku masih merasa kaku. Jadi, aku hanya meminta kepada Tuhan agar selalu menemaniku dan menghiburku. Setelah lima hari penuh aku terkurung, akhirnya aku dapat bersekolah lagi. Teman-temanku menyambut kedatanganku kembali dengan sukaria. Dan betanya-tanya kepadaku mengapa kejadian itu terjadi. Namun aku tidak menjawabnya. Aku merasa sangat bahagia sekali karena aku dapat berkumpul dengan teman sepermainanku. Setelah pulang sekolah, aku mengajak teman-temanku lagi untuk lari pagi. Dan sebelumnya, aku beritahukan bahwa aku tidak membawa motor lagi. “Selamat siang teman-teman! Besok aku akan mengadakan lari pagi. Siapa yang ingin ikut, datang saja ke Lapangan Hatta jam empat pagi.”seruku dengan semangat. “Kamukan masih sakit. Apa kau boleh mengikuti acara ini?tanya Kavmen, salah satu orang yang pandai di kelas. “Mungkin boleh. Aku akan terus berusaha untuk membujuk orang tuaku.”jawabku dengan rasa yang sedikit pesimis. Tidak lama kemudian, aku menutup pengumumanku.
Langit berubah menjadi gelap, angin berhembus kencang, dan datanglah jarum-jarum yang membahasahi bumi. Jarum-jarum yang tidak berhenti berjatuhan. Kami semua terjebak di dalam sekolah. Walaupun begitu, aku merasa cukup senang karena aku dapat menemui Carsia Sury lagi. Dengan rasa yang tidak sabar, aku langsung mencari dia. Namun, tidak ketemu. “Dimana Carsia Sury?”tanyaku kepada salah satu teman dekatnya.”Tadi dia sudah pulang. Naik mobil bersama orang tuanya.”jawabnya. “Baiklah, terima kasih ya atas beritanya.”seruku. dengan rasa yang cukup sedih, aku duduk sendirian. Tidak ada orang yang menemaniku. Aku hanya duduk terdiam dan membayangkan Carsia Sury.Tidak lama kemudian, jarum-jarum itupun berhenti. Dan akhirnya aku dapat pulang dengan tiada marabahaya.
Kring-kring-kring, menandakan waktunya aku bangun. Aku bangun jam empat, dan segera menyiapkan diri untuk pergi ke Lapangan Hatta untuk lari pagi. Ketika aku ke sana, mereka sudah menungguku. Yang berpartisipasi dalam lari pagi hanya lima orang, yaitu: Valcrist Gerarist, Kavmen, Dandyst, Dorodenden, dan yang terakhir yaitu Ricky Saisuky. Dalam lari pagi, kami berlima selalu berpartisipasi dalam melaksankan program ini. Oleh karena itu, kami membuat kelompok, yang diberi nama “Hyrist”.
“ Mengapa hanya kita berlima terus yang lari pagi?”tanyaku kepada mereka. Jawab mereka”teman-teman kitakan pandai semua. Jadi, kebanyakan belajar di rumah dan tidak mau melakukan aktivitas di luar rumah.” Dalam lari pagi ini, aku membahas tentang Carsia Sury. Rupanya mereka sudah tahu semua bahwa aku suka sama dia. “Kami semua sudah tahu, menurut kami kamu itu sangat cocok sama dia. Tenang saja, kaukan lebih pandai, ramah, bijaksana, namun hartamu masih dibawah dia. Namun itu tidak menjadi masalah. Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah. Namun jangan terlalu percaya diri, nanti ada sesuatu yang tidak mengenakan.” Balasku dengan semangat “Baiklah, terima kasih atas sarannya. Aku harus tetap berusaha dan menjaga diriku dengan baik.” Tidak lama kemudian, Carsia Sury, Dyen Isyr, dan Freshji Sigi berpartisipasi dalm acara kami. “Haloo Hyrist( Kelompok lari pagi kami)! Bolehkah kami ikut?” Kami semua terkejut atas kehadiran mereka. Kami menjawab “Ya, tentu. Mengapa tidak?” Akhirnya kami melaksanakannya bersama-sama dengan menuju ke Jembatan Ampera. Disana, kami mengambil foto yang akan menjadi kenangan di masa yang akan datang.
Besok, tanggal 7 November 2009, merupakan ulang tahun Carsi Sury, yang merupakan perempuan yang kusuka untuk pertama kalinya. Oleh sebab itu, aku mengajak teman-temanku, yaitu: Ricky Saisuky, Monic Monica, dan Ice Chandra untuk menemaniku membeli kado untuk Carsia Sury. Aku mengajak mereka pergi ke PIM (Palembang Indah Mall). Kami ke sana naik mobil Ice Chandra. Di sana, aku bertanya kepada mereka “Apa yang Carsia Sury suka?” Mereka berfikir untuk beberapa saat. “O ya! Carsia Sury suka boneka yang unik.”seru mereka. “Maksudnya? Kalau dalam bidang itu aku masih kurang menguasai. Jadi, tolong kalian bantu pilih ya! Hitung-hitung buat amal, hahahaha….” Akhirnya kami menemukan boneka itu dan membelinya dengan harga yang cukup mahal. Aku tidak mementingkan harga, tetapi cinta yang akan diberikan olehnya. Selain boneka, aku membeli pakaian untuknya juga. Saya berharap agar dia suka dengan hadiahku nanti.
Ting-ting-ting. Tibalah waktu dimana ulang tahun Carsia Sury dirayakan, ulang tahunnya yang ke-16 yang tepat jatuh pada tanggal 7 November 2009. Rumahnya yang begitu megah, taman yang dikelilingi raja hijau, dan terdapat sebuah air pancur yang tak pernah berhenti bercucuran airnya. Aku berada bagaikan di alam mimpi. Rumah yang begitu besar, hanya diisi oleh enam orang. Memang benar, aku kalah total pada harta. Tapi itu tidak membuatku putus asa untuk mengejarnya. Ketika pemberian kado dimulai, aku memberinya kadoku, dia merasa sangat senang dengan tersenyum. Senyuman biasa. Walaupun begitu, hatiku bagaikan bunga yang sedang bersemi. Setelah pemberian kado selesai, acara makan-makanpu dibuka. Menu yang terhidangkan sangat menggiurkan. Aku hampir dak dapat menahan hawa nafsuku. Namun aku harus bisa dan akhirnya bisa. Setelah acara ulang tahunnya selesai, hanya aku, Ricky Saisuky, Ice Chandra, dan Monic monica yang diajak untuk ke PIM. Sesampainya disana, kami makan bersama dahulu, kemudian kami menuju ke “Time Zone”. Di “Time Zone”, kami semua dibayari oleh Carsia Sury. Alngkah kayanya dia. Setelah itu, kami keluar dari PIM dan menuju ke Ramayana untuk bermain bowling. Disana juga kami dibayari olehnya. Saya merasa sangat tidak enak karena dibayari terus-menerus. Oleh karena itu, sepulang dari jalan-jalan, aku mengembalikan biaya seluruhnya yang dikeluarkan olehnya. Anehnya, dia tidak mau menerimanya. Walaupun begitu, aku memaksanya untuk menerimanya. Namun dia masih tidak mau. Apa boleh buat, akhirnya aku menyerah dan hanya mengucapkan terima kasih.
Detik, menit, hari, dan bulan terus berganti. Cintaku semakin membara. Dan akhirnya, aku memutuskan untuk menembaknya besok. Namun aku masih ragu, tetepi aku harus memiliki tekad yang kuat. Semalam penuh aku memikirkan dia, melamuni dia, danmenghabiskan waktu tidurku untuknya. Dan oleh sebab itu, aku tidak tidur dan lansung mandi dan menuju sekolah. Muka saya sedikit pucat, tapi aku masih berusaha untuk bangkit. Sesampainya di sekolah, aku bertemu dia. Jantung aku berdebar tiada hentinya. Kedua mataku tak dapat menatapnya dengan lama. Bulu kudukku merinding. Tubuhku menjadi dingin, bagaikan suhu di kutub. Aku hampir tidak dapat menahannya lagi. Dan akhirnya aku membuka petanyaan untuknya “Apakah kau ada senang dengan seseorang?” Jawabnya”Tidak ada. Memangnya ada apa? Kamu suka sama seseorang ya?” aku menjawab: “Ya, ada. Dia itu cantik, kaya, pandai, ramah, dan seluruhnya hampir positif.” Tanyanya lagi “Siapa sih?” Jawabku “Dia ada di depanku. Dia adalah kamu.” Dia langsung terkejut dan mukanya berubah menjadi kemerah-merahan. “Apakah kau suka sama aku? Maukah jadi pacar aku?” Jantungku berdebar-debar, sambil menanti sebuah jawaban . Setelah tiga puluh detik berlangsung, dia kembali bertanya “ Mengapa kau suka aku? Aku ini kurang cocok untukmu.” Jawabku “ Kamu itu adalah pusat kesemangatanku, tiada kau, semangatku hanya sebatang kayu yang rapuh. Kamu maukan jadi pacar aku?” Jawabnya: “Ehmmm… kalau begitu, aku terima tawaranmu dengan senang hati.” Alangkah bahagianya aku. Aku mengucapkan banyak terima kasih kepadanya dan berjanji tidak akan menghentikan hubungan ini.”Kamu jika sudah tamat dari SMA, kamu mau ke mana?”tanyaku. “Saya mau ke UPH(Universitas Pelita Harapan).”jawabnya. “Wah, kebetulan sekali, aku juga mau ke sana. Kamu ambil jurusan apa?”tanyaku kembali. “aku mau ambil dokter umum sajalah.”jawabnya. “Yah, kita sama lagi. Ini namanya jodoh. Hahahahahahaha…”tawaku terbahak-bahak. “Tapi, orang tuaku tidak setuju jika aku masuk kedokteran.”katanay. “Mengapa?”tanyaku. “katanya, kodekteran itu menghabiskan umur cukup banyak. Maka dari itu, orang tuaku tidak mengizinkannya.” Katanya. “Tak apa-apalah. Kamu berusaha dulu saja. Aku yakin, kamu pasti boleh.”nasihatku.
Setelah mendiskusikan itu, aku mengajaknya makan, dan dia menerimanya dengan senang hati. “Kau mau makan apa?”tanyaku. “Aku mau makan ikan panggang.” Tanyaku lagi “Kamu suka makan ikan panggang ya?” jawabnya”Ya, karena itu membuatku merasa enak.” Aku baru tahu bahwa makanan kesukaan dia adalah ikan panggang, itu merupakan makanan kesukaan aku juga. Jadi, kami makan ikan panggang berdua. Setelah kami makan, aku pesan dua bungkus ikan untuk CarsiaSury. Semuanya aku bayari, tetapi dia menolaknya. “Kitakan baru jadian. Tadi kau sudah kasih aku jawaban yang menyenangiku, sekarang aku ingin buat kamu senang sama seperti aku.” Kataku. “ Aku sudah senang tanpa kau kasih ini.”katanya. “Ya, tidak apa-apa, anggap saja ini hadiah dariku.”kataku. “Yah, apa boleh buat, terima kasih ya!”serunya.
Hari berikutnya telah tiba. Aku terbangun lebih pagi dari biasanya, yaitu pukul 4.30. Aku menyiapkan sesuatu yang akan dibutuhkan di sekolah nanti. Setelah siap, aku mandi dan sarapan. Itu semua berakhir kira-kira pukul 5.30. Dan aku langsung menelepon Carsia Sury untuk menjemputya.
“Kring,kring,kring…”deringnya telepon.
“Hallo, selamat pagi Valcrist Gerarist! Ada apa?”tanya Carsia Sury .
“Kamu biasanya ke sekolah naik apa?” tanyaku .
“Aku biasanya dianter naik mobil oleh ayahku. Memangnya ada apa? Kamu mau jemput aku?” tanyanya dengan ceria.
“Ya. Kamu mau?”tanyaku.
“Ya, baiklah. Tapi, nanti orang tuaku curiga. Nanti mereka tahu bahwa aku sudah pacaran. Tapi tidak apa-apalah. Aku tanya dulu.”katanya.
“Ya, baiklah. Coba kau tanya dulu. Sampai ketemu lagi!”
Setelah beberapa menit kemudian, Carsia Sury menelepon Valcrist Gerarist.
“kring,kring,kring…”deringnya telepon.
“Hallo Carsia Iip. Bagaimana? Boleh?”tanyaku.
“Coba kamu tebak, boleh atau tidak?”katanya dengan ceria.
“Ya, pasti bolehlah!”seruku dengan menyakinkan pendapatku.
“Kok kamu tahu?”tanyanya dengan heran.
“Iyalah, dari kata-katamu itulah yang membuatku yakin. Jadi, aku jemput kamu nanti ya! Kira-kira jam 6.30. Bisa?” kataku.
“Ya, tentu. Aku tunggu kamu ya. Sampai ketemu nanti! Hati-hati bawa motornya, nanti kejadian kemarin terulang lagi.”serunya.
“ Baiklah, pasti tidak akan terjadi lagi. Tuhan selalu melindungiku. Sampai ketemu nanti!”seruku.
Akhirnya tepat pukul 6.30, aku sampai di rumah Carsia Sury. Aku hanya menunngu dua menit dan akhirnya, Carsia Sury dan kedua orang tuanya keluar. Dan aku terkejut melihat kedua orang tuanya. Aku merasa tidak keenakan. Kedua orang tuanya dating mendekatiku dan bertanya”Apakah kamu sanggup menjemput dan mengantar putriku setiap harinya?” Jawabku dengan tegas “Ya, aku sanggup dan melakukannya dengan senang hati.” Setelah beberapa menit terdiam, mereka bertanya lagi “Kamu ini suka sama putri kami ya?” Jawabku dengan rasa sedikit malu “Ya, aku suka! Apakah ibu dan bapak mengizinkan aku untuk bersama putri tercinta kalian?” Mereka tidak menjawab dan langsung meninggalkan aku dan Carsia Sury. Dan aku segera bertanya kepada Carsia “Orang tuamu tidak suka sama aku ya?” Jawabnya “Tidaklah, mereka belum siap saja. Pasti mereka mengizinkan kita. Itu pasti dan harus pasti!”
“Ya, aku setuju. Baiklah, jangan bahas persoalan ini dulu ya! Kitakan mau ke sekolah, jadi kita berangkat sekarang!”seruku.
Sesampainya di sekolah, semua tatapan menatap aku dan Carsia Sury. Itu menandakan bahwa semua orang heran melihat kami pacaran karena mereka mengenal Valcrist Gerarist adalah seorang pria yang polos. Setelah beberapa detik kemudian, mereka memberikan tepukan tangan yang meriah. Aku dan Carsia Sury hanya tersenyum dan memberikan ucapan terima kasih.
Kring, kring, kring…lonceng berbunyi yang menandakan jam pelajaran dimulai. Tempat dudukku jauh dari Carsia Sury. Namun, hari ini adalah hari dimana denah kelas akan diubah. Aku dan Carsia Sury berharap agar kami duduk berdua. Akhirnya datanglah wali kelas kami, yaitu Bu Meraini dengan membawa denah kelas yang baru. “Selamat pagi anak-anak. Hari ini, ibu akan mengatur posisi duduk kalian kembali. Valcrist Gerarist, dimohon maju ke depan untuk mengatur tempat kalian.” Aku, Valcrist Gerarist adalah ketua kelas. Sehingga aku mengatur tempat duduk sesuai denah yang telah diberikan oleh Bu Meraini. Keajaiban datang. Aku duduk berdua bersama Carsia Sury. Ini adalah kesempatan yang paling baik dari sebelumnya. Aku dapat lebih mengenal Carsia Sury lebih dalam lagi. Walaupun begitu, aku masih dapat menahan hawa nafsu yang datang dari dalam diriku. Aku tahu bahwa aku masih seorang pelajar, jadi belajar adalah nomor satu.
Hampir seluruh pelajaran, Carsia Sury meminta bantuan kepadaku, khususnya dalam hal penjelasan. Dan aku menolongnya dengan senang hati. Aku baru tahu bahwa Carsia Sury itu kurang mampu dalam bidang IPA, kecuali biologi. Oleh sebab itu, jika ada waktu senggang, aku selalu mengajarnya semampuku. Dengan membuang waktuku untuk mengjarnya, kemajuan IPA Carsia Sury berkembang sangat pesat. Perkembangan itu membuat orang tua Carsia Sury semakin yakin untuk memberikan putrinya kepadaku.
Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, akhirnya kami sudah kuliah. Kami kuliah dalam satu universitas, yaitu UPH( Universitas Pelita Harapan) yang berada di Tangerang. Disana, kami mengambil jurusan kedokteran umum dan kami disana memiliki satu kos yang sama. Kami saling membantu dan mendorong satu sama lain.
“Valcrist, kuliah ini jauh lebih susah dari SMA. Bagaimana pendapatmu?”tanya Carsia Sury.
“Yah begitulah. Apa boleh buat. Ini merupakan tantangan yang terakhir dari kita. Kita harus berusaha untuk menyelesaikannya dan segera menjadi dokter.”kataku.
“Bagaimana bila aku tidak lulus jadi dokter? Apakah kamu masih mau sama aku?”tanyanya.
“Iyalah, aku sangat mencintaimu, lebih dari diriku sendiri. Aku tidak mungkin meningalkanmu sendirian. Aku kan selalu menemanimu.”seruku.
“Ya, aku juga akan begitu. Ya, terima kasih ya!”
Dalam kuliah, kami hanya memiliki waktu yang sedikit untuk bertemu walaupun dalam satu universitas. Kami berdua sibuk dalam belajar. Walaupun begitu, kami terus berusaha untuk mempercayai satu sama lain.
Tidak terasa, kami sudah menghadapi ujian semester ganjil. Soal-soalnya beracun. Hampir semua mahasiswa tidak dapat mengerjakannya. Namun aku dan Carsia Sury dapat mengerjakannya dengan mudah. Dalam ujian ini, dalam tujuh aspek, aku mendapat nilai A semua sedangkan Carsia Sury, lima aspek mendapat B+ dan dua aspeknya lagi mendapat A. Nilaiku merupakan nilai yang sempuran. Aku mendapatkan peringkat yang pertama, sedangkan peringkat Carsia Sury adalah ketiga. Namun itu tak jadi masalah. Aku selalu memberinya dorongan agar dia dapat seperti aku.
“Selamat ya, Valcrist. Kamu adalah orang yang pertama mendapatkan nlai sempurna!”seru Carsia Sury.
“Terima kasih. Selamat kembali untukmu karena menduduki peringkat yang ketiga. O, aku lupa bertanya kepadamu. Katamu ketika kita masih SMA, orang tuamu tidak setuju jika kau masuk dalam falkutas kedokteran. Mengapa kau sekarang setuju?”tanyaku.
“Wah, itupun aku kurang tahu. Ketika selesai SMA, aku meminta izin kepada orang tuaku untuk melanjutkan sekolahku ke universitas kedokteran. Tanpa berfikir panjang, orang tuaku mengizinkan. Wah, itu merupakan suatu keunikan dari kedua orang tuaku.”katanya.
Setelah enam tahun kemudian, aku dan Carsia Sury menyelesaikan kuliah kami. Dan kami menuju koas. Pada koas, dibutuhkan keberanian dan ketelitian.
“Carsia Sury, apakah kau sudah siap masuk koas? Aku tahu bahwa kau sedikit penakut. Namun, mulai sekarang, kamu harus berubah menjadi berani. Bisa kan?”tanyaku.
“Baiklah, akan aku coba. Mayat, darah, jantung, dan lain-lain, adalah sesuatu yang selalu menakutiku. Namun sekarang, aku harus menghapus rasa itu.”katanya.
“Ya, itu baru Carsia Suryku. Hahahahaha…”tawaku.
Kami menjalankan koas ini selama empat tahun. Kami melaksanakannya dengan lancar hingga akhir. Setelah koas ini selesai, kami menuju ke kehidupan baru yang dikaruniai dua orang anak laki-laki yang perkasa. Valcrist Gerarist dan Carsia Sury akan berjuang dalam segala hal dengan dibantu oleh anak-anak mereka. Aku dan Carsia Sury menjadi dokter yang sangat sukses. Itu semua karena perjuangan kami dalam menempuh hidup kami dan juga berkat karunia TuhanYang Maha Esa.
Senin, 20 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar