Senin, 20 April 2009

Perubahan

Jono, seorang anak tunggal dari keluarga yang kaya raya merupakan seorang anak yang sangat pintar. Dia selalu belajar baik di rumah maupun di sekolah. Dia selalu mendapat juara 1 dan mendapatkan biayasiswa di tiap-tiap sekolah. Pada waktu selesai SMP yaitu di SMP Banyuasin, Medan. Dia mendapat nilai terbaik dari seluruh sekolah di daerah Sumatera. Setelah itu, dia hendak melanjutkannya ke SMA yang terbaik di ibukota Negara yaitu di Jakarta. Dia mendapatkan ajakan dari sekolah Pelita Maju yang merupakan sekolah terbaik di Indonesia.

Tetapi, Jono mempunyai sifat yang kurang baik. Dia yang selalu mendapat nilai yang baik selalu sombong dan selalu mengejek teman-temannya yang nilainya dibawahnya, sehingga di sekolah tersebut tidak ada yang mau berteman dengan dia dan ada yang menyimpan dendam dengan dia. Guru-guru dan orang tuanya sudah seringkali menasihatinya supaya tidak sombong. Tetapi dia tidak mendengarkan dan hanya berpendapat bahwa dirinya sendiri lah yang paling benar.

Ujian nasional telah berlalu dan Jono mendapat nilai yang hampir sempurna dan dia berada di posisi nomor 2 dari seluruh Indonesia. Jono berpikir bahwa ada seseorang lagi yang berada di posisi nomor 1 dan ia hanya berpikir negatif tentang orang tersebut. Ia berpendapat bahwa orang tersebut pasti menyontek dan nilai yang didapat itu tidaklah murni. Setelah itu, Jono mencari-cari informasi tentang orang yang berada di posisi nomor 1 tersebut. Setelah beberapa hari di cari, ia mendapatkan identitas orang tersebut yang ternyata merupakan seorang perempuan yang berasal dari Jakarta dan bernama Jessica dan akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Jono yaitu di sekolah Pelita Maju.

Setelah mendaftar di sekolah tersebut dan diterima, Jono yang telah melewati hari-hari SMP nya mendapatkan liburan panjang dan tinggal menunggu waktu untuk MOS ( Masa Orientasi Siswa ) di sekolah Pelita Maju tersebut. Orang tua Jono mengajak Jono untuk berlibur di luar negeri tetapi Jono tidak mau ikut dan dia hanya ingin belajar bahan-bahan pelajaran untuk SMA. Dia belajar sangat keras karena dia ingin mengalahkan Jessica. Di lain pihak, Jessica juga merupakan anak tunggal dan memang merupakan seorang anak yang pintar dan mempunyai sifat yang unik dan cuek tetapi baik hati. Dan orang tuanya mengajaknya untuk berlibur ke luar negeri, dia sangat kesenangan dan menikmati liburannya di luar negeri.

Setelah liburan selesai, waktu masuk sekolah telah tiba dan murid-murid yang baru masuk pada tahun pertama akan melakukan  MOS ( Masa Orientasi Siswa ) yang diadakan oleh sekolah dengan tujuan memperluas pergaulan murid-murid dan meningkatkan sifat disiplin dan sportivitas. Jono dan Jessica melakukan kegiatan MOS dengan baik. Pada saat pembagian kelas Jono dan Jessica ternyata sekelas dan mereka berada di kelas unggulan di sekolah tersebut. Pada saat pertama kali bertemu Jessica, Jono merasa kaget karena dia melihat Jessica yang sangat cantik bagaikan bidadari, dia terbengong selama beberapa detik dan pada saat Jessica juga menatap mata Jono dia pun tersenyum dan berkata kepada Jono,” salam kenal yah.. Gue Jessica.” Jono yang merasa bahwa dia paling pintar pun tidak memperdulikan Jessica walaupun di dalam hatinya dia ingin sekali berkenalan.

Keesokkan harinya kegiatan belajar mengajar pun dimulai. Di kelas unggulan itu, semuanya merupakan anak-anak pintar yang tersebar baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Pada saat belajar semua anak sangat aktif dalam menjawab pertanyaan dari guru dan setiap pekerjaan yang diberikan guru-guru selalu dikerjakan dengan baik. Setiap kali ulangan Jessica selalu mendapat nilai yang lebih besar daripada Jono. Murid-murid lain di kelas tersebut tidak ada yang bisa menyainginya dan juga Jono.

Di kelas itu Jono tidak mempunyai teman karena dia terlalu sombong dan selalu meremehkan orang lain. Pada saat pembagian rapot mid semester yang mendapat juara 1 ternyata Jessica dan Jono yang mendapat juara ke 5 merasa sangat kesal dan marah-marah kepada guru dan orang tuanya. Jessica yang melihat perubahan Jono berusaha untuk menasihati Jono supaya tidak bersikap seperti itu. Dia menasihati agar Jono harus berusaha lebih giat lagi sehingga dapat menjadi lebih baik. Jono yang keras kepala dan merasa bahwa dirinya lah yang paling baik ternyata dapat mendengarkan nasihat dari Jessica.

Hubungan Jono dan Jessica lama kelamaan semakin dekat. Mereka sering sekali belajar bersama baik di rumah Jono maupun di rumah Jessica. Orang tua Jono dan Jessica pun juga mempunyai hubungan yang baik karena mereka ternyata sudah saling kenal dan pernah sekelas sejak SMA. Mereka senang karena lama kelamaan sifat Jono dapat berubah dan dapat menerima pendapat orang lain dan menjadi anak yang rendah hati dan teman-teman di kelasnya juga menjadi bertambah dan mulai mau berteman dengan Jono.

Setelah beberapa bulan, ujian semester pun tiba dan Jono dan Jessica telah mempersiapkan diri dengan baik dari sebulan sebelum ujian semester. Jono merasa sangat percaya diri. Pada saat ulangan ia dan Jessica dapat mengerjakan soal ulangan dengan baik dan pada saat pembagian rapot ternyata Jono mengalami peningkatan yaitu berada di juara 2 dan Jessica yang memang lebih baik mendapat juara ke 1. Jono merasa sangat senang walaupun dia tidak bisa mengalahkan Jessica. Jessica juga senang karena melihat Jono yang prestasinya meningkat. Setelah ulangan semester selesai, maka mereka mendapatkan libur seperti biasa.

Pada saat liburan, orang tua Jono berencana untuk kembali ke Medan untuk melihat perusahaannya yang berada di Medan. Mereka mengajak Jono untuk kembali melihat kota tempat dia tinggal dulu. Setelah sampai di Medan dengan naik pesawat. Mereka tinggal di rumah mereka yang dulu. Dan keesokkan harinya orang tua Jono melihat perusahaannya sementara Jono berjalan-jalan sekitar sekolah lamanya. Di sana dia bertemu beberapa teman-temannya yang dulunya pernah dia ejek-ejek dan ternyata ia menjadi salah satu anak-anak nakal atau berandalan di kota Medan, sehingga ketika ia kembali ke sekolah itu, ia tidak di sambut dengan baik. Teman-teman lamanya itu memukuli dan memaki-maki Jono setelah itu mengajak Jono ke tempat yang tidak baik. Jono di ajaknya untuk merokok dan berbuat hal-hal yang tidak baik hingga dia tidak pulang ke rumah dan orang tua Jono sibuk mencari-cari Jono dan sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan foto Jono pun ditempel di jalan-jalan di kota Medan, tetapi tidak pernah menemukan jejak anaknya tersebut.

Setelah masa liburan selesai, Jono tidak diizinkan pulang atau diculik oleh teman-temannya itu yang bernama Rizky dan kawan-kawan melewatkan hari-hari sekolahnya hingga dia ketinggalan pelajaran selama hampir 1 bulan. Jessica yang merasa khawatir kepada Jono mencari Jono sampai ke rumah Jono dan bertanya kepada orang tua Jono tentang keadaan Jono. Setelah dia mengetahui bahwa Jono diculik ia sangat terkejut. Orang tua Jessica pun ikut prihatin. Tetapi mereka hanya dapat membantu dengan doa kepada orang tua Jono supaya dapat tabah dan terus mencari Jono.

Suatu hari, ada seorang bapak-bapak yang merupakan mantan supir Jono yang bernama Agus. Dia melihat foto Jono yang ditempel di jalanan dan pada saat dia pergi ke warung, dia melihat Jono berada di suatu rumah yang kosong bersama dengan beberapa orang. Dia segera mememberitahukan hal ini kepada orang tua Jono dan orang tua Jono beserta polisi datang ke rumah tersebut. Ketika mereka masuk ke rumah itu. Rizky dan kawan-kawan ternyata sedang memukuli Jono dan dengan cepat polisi melerai pertengkaran itu dan langsung menangkap Rizky dan kawan kawan. Jono yang terluka diberikan kekuasaan dari pihak kepolisian untuk memberikan hukuman kepada teman-temannya yang telah menyiksanya itu. Dan ternyata Jono hanya ingin memaafkan teman-temannya tanpa memberikan hukuman apapun kepada Rizky dan kawan kawan. Setelah itu Jono meminta maaf kepada semua teman-temannya yang telah diejek dulu. Dan akhirnya teman-temannya memaafkan kesalahan-kesalahan Jono.

Setelah Jono kembali ke Jakarta. Jessica yang merasa sangat cemas ketika ia mendengar bahwa Jono telah kembali ke Jakarta, ia sesegera mungkin menuju ke rumah Jono dan langsung melihat kondisi Jono yang telah babak belur dan mengobatinya. Pada saat itu, Jono merasa bahwa masih ada teman yang memperhatikannya dan begitu perhatian dan itu adalah Jessica yang dulu tidak dia senangi. Dia mulai merasakan perasaan yang berbeda kepada Jessica.

Setelah keadaan Jono membaik, ia pun kembali bersekolah dan ia mempunyai tekad yang besar untuk mengejar ketinggalan dalam pelajarannya tersebut. Dia memperhatikan penjelasan guru dengan baik, dia sering belajar bersama dengan teman-temannya. Dan pada saat ulangan semester tiba, Jono yang telah dengan serius belajar dan telah mengejar ketinggalan dapat mengerjakan soal ulangan semester dengan baik. Dia bersama-sama dengan teman sekelasnya dapat mengerjakan soal ulangan dengan baik. Dan pada saat pembagian rapot semester yang menentukan kenaikan kelas itu ternyata Jono dapat naik kelas dan ia mendapat juara 1. Jono merasa sangat senang dan Jessica yang mendapat juara ke 2 pun sangat bangga dan sangat kagum kepada Jono karena ia telah dapat mengejar ketinggalannya tersebut hingga mendapatkan juara ke 1.

Seperti biasanya, setelah ulangan semester mereka mendapatkan liburan panjang dan orang tua Jono dan Jessica berencana untuk berlibur bersama di luar negeri yaitu di kota Paris. Jono dan Jessica merasa sangat senang atas liburan tersebut. Mereka berterimakasih kepada orang tua mereka. Pada saat mereka berada di Paris. Jono membeli sebuah cincin berbentuk hati dari uang yang ia kumpulkan selama ini. Jono mengajak Jessica untuk berjalan-jalan di bawah menara Eiffel dan di sana Jono memberikan cincin berbentuk hati itu kepada Jessica dan kemudian menyatakan cintanya kepada Jessica dengan berkata ,“tidak ada seorang pun yang dapat mengerti tentang diriku selain kamu Jessica.” Jessica pun menerima cincin tersebut dan menjawab bahwa dia bangga terhadap semangat Jono dalam mengejar nilai dan telah dapat berubah. Dan pada akhirnya Jono dan Jessica melanjutkan pelajarannya walaupun terus bersaing dalam merebut juara dan hubungan mereka terus berlanjut hingga mereka dewasa dan mempunyai anak dan cucu.

 

 

 

 

Nama : Jeffy L C

Kelas : x.2

No absen : 24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar