Senin, 20 April 2009

CINTA BERBUAH PERSAHABATAN

“Teng...Teng....Teng...” suara lonceng masuk sekolah berbunyi. Tasya, seorang murid kelas X SMA Mulia Jaya kelas X.1 yang juga merupakan anak dari seorang arsitek terkenal dan juga dokter bedah kulit terkenal di kota Surabaya sudah terlihat serius memegang buku pelajaran matematika dengan mimik muka yang serius dan terlihat agak bingung. Kemudian tiba – tiba datanglah seorang laki laki yang bernama Vincent. Vincent membantu Tasya dan Vincent pun menjelaskan tentang pelajaran matematika yang tidak dimengerti oleh Tasya.
Vincent merupakan anak seorang pengusaha rokok terkenal di kota tersebut, Tasya dan Vincent merupakan teman baik dari kelas 1 SD, mereka pun tinggal dalam 1 kompleks perumahan yang sama, mereka juga selalu berlomba untuk menjadi juara umum 1 di sekolah mereka, kadang-kadang Tasya menjadi juara umum 1, kadang kadang Vincent juga menjadi juara umum 1, bahkan mereka pernah menjadi juara umum 1 bersama-sama karena jumlah nilai dan rata – rata nilai mereka sama. Namun mereka tidak pernah berkelahi karena persaingan tersebut.
Tasya dan Vincent pun sering mengikuti perlombaan – perlombaan dan mereka selalu mendapat juara 1, namun bedanya Tasya lebih ahli dalam mata pelajaran biologi, sedangkan Vincent lebih ahli dalam mata pelajaran matematika. Waktu mereka masih duduk di bangku SMP, mereka pernah pergi untuk mewakili sekolah nya dalam lomba tingkat nasional dalam bidangnya masing – masing.
Setiap hari mereka selalu pergi sekolah dan pulang sekolah bersama – sama, walaupun ada pelajaran tambahan dan remedial mereka selalu saling tunggu. Tasya sudah menganggap Vincent sebagai kakaknya sendiri begitu juga Vincent telah menganggap Tasya sebagai adiknya sendiri. Mereka pun sering menghabiskan waktu nya untuk bersama – sama, mereka selalu pergi ke bimbingan belajar dan pergi ke gereja bersama-sama.
Orang tua mereka pun memiliki hubungan yang sangat baik satu sama lain, mereka selalu saling membantu apabila salah satu dari orang tua Tasya dan Vincent ini mengalami kesulitan. Mereka juga sering menikmati liburan mereka bersama – sama. Keluarga Tasya sering mengajak keluarga Vincent untuk pergi liburan begitu juga keluarga Vincent sering mengajak keluarga Tasya untuk berlibur. Orang tua mereka pun sering berkumpul – kumpul dan bercerita –cerita tentang perilaku dan kelakuan buruk anak – anak nya di rumah. Tasya merupakan anak yang baik dan sangat menurut dengan orang tua nya, sedangkan Vincent terkadang melawan dan membantah perkataan orang tua nya, tetapi itu di lakukan Vincent hanya apabila ia merasa risih dan merasa sedang dalam perasaan yang kurang baik.
Tasya memiliki hobi menari dan Vincent memiliki hobi bermain bola basket, kebetulan sekali hobi mereka tersebut saling melengkapi , karena di setiap pertandingan bola basket yang diikuti oleh Vincent, Tasya selalu mendukung Vincent dengan menjadi anggota cheerleader. Mereka selalu saling membantu dan saling mendukung. Bahkan teman –teman mereka pun terkadang iri melihat mereka berdua. Karena jarang sekali ada dua orang yang sangat akrab seperti Vincent dan Tasya. Apalagi Ivonne, teman baru Vincent yang dikenal nya dari ekstrakulikuler basket.
Ivonne memiliki sifat yang kurang baik, karena ia selalu ingin mendapatkan apapun yang dia inginkan dengan cara apapun. Apalagi orang tuanya tidak pernah memerhatikan Ivonne karena kesibukan orang tuanya dalam pekerjaan. Ivonne menghabiskan waktu nya di rumah bersama dengan pembantu dan juga dengan adik nya. Hal ini lah yang menyebabkan Ivonne menjadi anak yang agak nakal dan egois .
Ivonne menyukai Vincent sejak pertama kali melihat Vincent, apalagi Vincent terkenal sebagai orang yang hebat main basket dan juga pintar dalam hal pelajaran. Selain itu, Vincent orangnya juga ramah, baik, dan penyabar. Setiap kali ada kesempatan untuk bertemu Vincent, Ivonne selalu menggunakan kesempatan itu dengan baik, tapi sayangnya setiap kali ingin bertemu Vincent, Ivonne selalu melihat Tasya sedang bercanda dengan Vincent.
Awal nya, Ivonne dapat memahami keakraban Tasya dan Vincent, karena Ivonne tahu bahwa Vincent dan Tasya memang sahabat dari kecil, Ivonne pun sering mendengarkan cerita tentang Tasya dan Vincent dari teman baiknya yang sudah dari SMP kenal dengan Tasya dan juga Vincent.
Suatu ketika, pada saat sedang istirahat, Ivonne menghampiri Vincent .
“Hai , Vincent..Apa kabar??“
“Baik kok..kamu apa kabar??”
“Kabar ku baik juga , oh iya..aku belum kenal sama sahabat kamu yang namanya Tasya . Kamu bisa kenalin aku sama Tasya gak?”
“Ooh..Tentu saja bisa , kamu tunggu sebentar ya..Saya mau mencari Tasya dulu . “
Pada saat mengucapkan itu perasaan Ivonne sebenarnya sangat tercabik – cabik karena harus bertemu dengan orang yang dianggapnya sebagai musuhnya. Beberapa saat kemudian Vincent datang dengan mengajak Tasya .
“Hai , Ivonne...Namaku Tasya...Kata Vincent kamu mau kenalan sama aku ya??”,kata Tasya dengan ramah .
“Hai juga Tasya...Salam kenal ya..Aku mau kenal saja gimana sih temen baiknya Vincent itu.”,Kata Ivonne .
Kemudian Vincent memutuskan pembicaraan mereka karena Vincent dan Tasya sudah disuruh pulang oleh kedua orang tuanya .
“Eh,von..Kami sudah disuruh pulang oleh orang tua kami..Kami duluan ya..”lanjut Vincent.
“Ooh..Baiklah...Kalian hati – hati ya nanti di jalan..Kebetulan aku juga sudah disuruh pulang oleh orangtua ku”, balas Ivonne .
Lalu mereka pun pergi menuju mobil yang menjemput mereka . Di dalam mobil mereka pun berbicara tentang Ivonne.
“Eh,menurut kamu Ivonne itu sifatnya seperti apa?”, tanya Tasya .
“Menurut saya , Ivonne orangnya baik,tetapi dio orangnya sedikit egois dan biasanya suka marah – marah. Saya juga merasa aneh tadi ketika dia tiba – tiba menanyakan soal kamu.”, Jawab Vincent .
“Sepertinya Ivonne suka sama kamu , Sen...Jadi dia penasaran sama aku yang sudah sangat dekat sama kamu.”,Lanjut Tasya dengan nada bercanda .
“Aah..Kayaknya Ivonne mau mengenal kamu karena dia mau menambah teman saja . Bukan karena seperti yang kamu bilang tadi.”, Jawab Vincent .
Beberapa saat kemudian , mereka sampai di rumah Vincent . Mereka disambut oleh orang tua Vincent .Kemudian orang tua Vincent bertanya-tanya dengan Tasya seperti biasa .
“Tas, Bagaimana sekolah kalian hari ini??Baik-baik saja kan??Vincent nakal gak di sekolah??atau dia menggoda perempuan ??hahaha..”Tanya orang tua Vincent sambil bercanda.
“Iya.Hari ini di sekolah seperti biasanya..Vincent juga tetap berperilaku seprti biasanya.Hanya saja tadi Vincent baru mengenalkan temannya dari ekstrakulikuler bola basket.”,Jawab Tasya.
“Oh.Begitu ya..Bagaimana teman Vincent itu??Apakah dia orangnya baik?”,lanjut orang tua Vincent.
“Ya begitulah...Saya saja baru mengenalnya hari ini..Jadi saya belum tahu banyak hal tentang dia..”,jawab tasya .
Tiba – tiba Vincent memotong pembicaraan ibu nya dan juga Tasya .
“Aduh , lebih baik kita makan saja daripada membicarakan hal yang tidak terlalu penting ini . Lagipula saya masih kelas 1 SMA , belum mau memiliki hubungan khusus .”
Keesokan harinya, Vincent dan Tasya datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya karena mereka akan mengikuti ulangan sejarah . Beberapa saat kemudian Ivonne datang dan menghampiri mereka yang sedang belajar bersama. Karena Ivonne mengetahui bahwa Tasya tidak menyukai hal – hal yang buruk seperti menyontek, Ivonne pun menawarkan Vincent soal ulangan sejarah karena Ivonne sudah ulangan sejarah terlebih dahulu , dengan harapan Vincent mau menerima soal ulangan tersebut selain itu Ivonne berharap akan ada keributan di antara Vincent dan Tasya agar Ivonne dapat lebih mudah mendekati Vincent . Tetapi karena Tasya merasa apa yang dilakukan oleh Ivonne itu tidak baik , Tasya pun menegur Ivonne.
“Ivonne , kita sebagai murid harus belajar, bukannya menyontek serta bertanya – tanya soal kepada murid lain .” , tegur Ivonne .
Namun karena merasa tidak senang dan gagal dalam rencananya, Ivonne tiba – tiba marah.
“Eh, kamu lebih baik tidak usah ikut campur dalam hal ini, karena saya bukan menawarkan kamu soal itu , tetapi saya menawarkannya kepada Vincent!! Kamu belajar saja sana , Vincent saja mau menerima tawaran soal dari saya . “ Kata Ivonne .
Mendengar hal tersebut, Vincent tiba – tiba menjadi emosi karena sebenarnya Vincent tidak mau menerima tawaran soal yang ditawarkan oleh Ivonne tersebut . Vincent kembali menegur Ivonne dan mendukung perkataan sahabat kecil nya tersebut .
“Ivonne , apa yang dikatakan Tasya itu benar . Tidak seharusnya kamu memarahi dia seperti itu , kita kan sebagai murid memang harus belajar dan bukan nya menyontek ?”
Karena merasa sakit hati karena dicuekkan oleh Vincent ,kemudian Ivonne pun berlari keluar dari kelas Vincent , sedangkan Tasya dan Vincent melanjutkan belajar mereka . Di luar kelas Ivonne menangis dan teman – teman nya mencoba menghibur Ivonne . Teman baik Ivonne menyampaikan kepada Vincent agar meminta maaf , tapi Vincent tidak mau karena merasa tidak bersalah .
Karena merasa tidak bersalah , Vincent melakukan aktivitasnya seperti biasa . Vincent juga tidak pernah absen pada latihan ekstrakulikuler basket . Namun ia merasa ada keanehan karena sudah lama Ivonne tidak terlihat hadir dalam latihan ekstrakulikuler basket sejak kejadian itu , dan Ivonne pun jadi jauh dari nya , apabila bertemu Ivonne selalu pergi ke arah yang berlawanan .
Semenjak saat itu , Vincent selalu mencoba menegur Ivonne , namun Ivonne selalu hanya mengangguk – anggukkan kepala dan kemudian pergi . Vincent menjadi penasaran hal apa yang telah merubah sifat Ivonne terhadap dirinya , Vincent pun sudah melupakan kejadian tersebut dan ia juga tidak menganggap kejadian itu sebagai kejadian yang harus terlalu dipermasalahkan .
Vincent pum selalu bertanya – tanya kepada teman – teman sekelas Ivonne mengapa Ivonne menjadi seperti itu . Namun mereka semua tidak ada yang tahu , Kemudain Vincent pun menanyakan hal yang sama kepada sahabat – sahabat dari Ivnne , namun jawaban mereka semuanya sama , yaitu gara – gara kejadian dimana Vincent menegurnya dan Ivonne berpikir bahwa Vincent memarahinya , padahal Vincent tidak bermaksud seperti itu . Oleh karena itu Vincent memberanikan diri menanyakan hal itu kepada Ivonne sendiri .Namun setelah berkali –kali mencoba , Ivonne selalu pergi dan tidak mau berbicara satu patah kata pun , kemudian Vincent bertanya dengan sahabat baik nya yaitu Tasya .
“Tas , bagaimana caranya buat bertanya kepada Ivonne yah? Dia saja selalu pergi ketika aku mau bertanya tentang apa yang terjadi dengannya .” Tanya Vincent .
“Uhm , menurut aku kamu sebaiknya mendatanginya ke kelasnya saja dan langsung bertanya kepada dia , kalau perlu kamu memakai cara agak memaksa agar dia tidak lari lagi .” Jawab Tasya .
Vincent pun mengikuti saran dari tasya , pada saat sedang bel istirahat berbunyi , Vincent langsung cepat – cepat datang ke kelas Ivonne dan bertanya kepada Ivonne .
“Von , kamu kenapa akhir –akhir ini jadi jarang latihan basket dan juga tidak pernah mau berbicara dengan aku ? Ada masalah ya?” tanya Vincent .
“Tidak ada masalah apa – apa . Saya hanya agak kecewa karena waktu itu kamu menegur saya dengan sangat keras . Saya merasa kesal sama kamu .” jawab Ivonne .
“Sudah lah , kita lupakan saja masalh itu . Kita berteman seperti biasa lagi saja ya?” lanjut Vincent .
“Sebenarnya aku suka sama kamu . Tapi sudahlah , saya pikir lebih baik kita berteman saja .”
Vincent sebenarnya terkejut ketika mendengar hal tersebut . Tapi Vincent bertingkah seolah – olah tidak mendengar hal tersebut . Setelah hal itu terjadi Ivonne kembali melakukan aktivitasnya bersama Vincent seperti biasanya . Sifatnya yang egois pun lama – kelamaan berubah karena sering dinasihati oleh Vincent dan Tasya . Mereka bertiga pun akhirnya menjadi sahabat yang sangat baik dan nilai – nilai Ivonne pun menjadi naik karena Ivonne sering diajari oleh Tasya dan Vincent .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar